Perkenalkan nama saya Olga Mia Soransa, saya adalah seorang Ibu dari dua anak. Anak pertama saya bernama Baiq Salma Hanifah yang sekarang berumur kurang lebih 3.5 tahun dan anak kedua saya bernama Lalu Ubaydillah Al-Hanif yang sekarang berumur 2 tahun.

Ini bukanlah tulisan pertama saya, sebelumnya saya pernah menulis di akun Blogger saya dengan topik parenting, bisnis, travel dan tutorial. Tapi seiring berjalan waktu, ternyata saya baru menyadari perjalanan hidup saya asik juga kalau saya bagikan sebagai konten Blog saya yang ini. Saya tidak akan memposting hal-hal yang bersifat privasi, saya hanya akan menulis hal-hal yang bisa dibilang bisa diambil sisi positifnya saja, semoga tulisan saya ini bermanfaat untuk orang lain.
Saya adalah seorang perantau di Jawa Timur yang berasal dari Lombok, Provinsi Nusa Tenggara Barat. Sekarang saya tinggal di Kraksaan, Kabupaten Probolinggo, sebelumnya saya pernah tinggal di Kota Probolinggo dan Malang tepatnya di Sawojajar kurang lebih selama enam bulan lamanya.
Menjalani hidup di perantauan bisa dibilang susah-susah gampang, susahnya karena harus jauh dari keluarga yang sejujurnya itu sangat berat buat saya. Dan dari sisi gampangnya saya memiliki banyak pengalaman setelah merantau, saya lebih memperhatikan budaya setiap daerah, keunggulan dan menambah ide bisnis yang belum ada di daerah saya.
Menjadi seorang perantau juga harus cepat beradaptasi dengan lingkungan sekitar, cepat berbaur, hilangkan rasa gak enakan, rasa malu. Semua itu harus dilawan dengan keberanian, tapi bukan dalam artian bawa diri jangan seperti orang yang gak tau malu, itu malah bukannya baik, malah makin buruk. Yang penting jaga sikap. Dan kata-kata yang sangat saya pegang ketika berinteraksi dengan orang lain adalah:
“Perlakukanlah orang lain sebagaimana kamu ingin diperlakukan”
Kamu ingin dihargai oleh orang, maka hargailah orang lain.
Kamu ingin diperlakukan baik oleh orang lain, maka perlakukanlah orang lain dengan baik.
Jauh dari keluarga adalah hal yang sangat berat buat saya, tetapi itu benar-benar membentuk karakter saya untuk lebih mandiri dan lebih menghargai kebersamaan bersama keluarga.
Berkumpul bersama orang tua, saudara dan sepupu adalah hal yang sangat berarti bagi saya. Kehilangan seorang ayah membuat saya sadar betapa pentingnya setiap detik bersama orang-orang tersayang.
Dan hidup di tempat rantau membuat saya lebih menghargai orang-orang yang selalu menolong saya ketika sedang dalam kesulitan, terutama keluarga dan teman-teman saya. Kalian luar biasa, semoga suatu saat saya bisa membalas kebaikan orang-orang yang selalu berbuat baik.
Tinggalkan komentar